Kota Malang, harianleneraindoonesia.co.idRatusan sopir angkutan umum yang tergabung dalam Front ASAM,kembali menggelar aksi unjuk rasa,kali ini demostrasi diikuti oleh lebih dari 400 driver juga puluhan angkot hingga melumpuhkan sepanjang jalan menuju terminal Arjosari Kota Malang (28/9/26) sejak jam 07.00 Wib.
Audiensi dengan Kepala Dishub Malang dilakukan dua kali namun tidak ada titik temu,hingga sekitar jam 13.00 wib,massa aksi bergerak menuju kantor DPRD kota Malang.
Dalam Keterangannya Ketua Aksi,Budi Ardi Yanto,kepada media (29/9/26) melalui sambungan telepon,mengatakan
“Audiensi dengan Kadishub Kota Malang,Wijaya,kemarin kami rasa percuma karena terlalu berbelit-belit dan tidak ada konklusi dari Kadishub terkait tuntutan juga kejelasan masalah seperti yang diharapkan oleh dulur-dulur angkot Malang.
Maka dari itu setelah Isomah,kami semua langsung bergerak menuju kantor DPRD kota Malang. Di kantor rakyat tersebut kami ditemui langsung oleh Ketua DPRD Kota Malang,Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S.,PJ Sekda Kota Malang,Drs. R Dandung Julhardjanto,Ketua-Ketua Fraksi beserta anggota dewan lainnya.
Pada kesempatan tersebut yang tertuang dalam notulensi aksi yang ditandangani oleh Sekda juga Ketua-Ketua Fraksi DPRD kota Malang,disepakati bahwa DPRD kota Malang akan mengundang Dishub Provinsi,memfasilitasi pertemuan antara Dishub Provinsi dan seluruh driver angkutan dalam waktu kurang dari satu minggu ini.
Hal menarik yang dapatkan adalah statmen dari Anggota Komisi A,DPRD Kota Malang dari Fraksi PDI Perjuangan,Harvad Kurnia,dihadapan seluruh peserta aksi dia mengatakan bahwa sudah cukup jengkel dengan Dishub Jatim yang tidak bisa memberikan penyelesaian masalah TRANS JATIM Koridor 1 dan 2 hingga saat ini,sehingga mengombang-ambingkan nasib para sopir angkutan kota Malang.
Dia juga sangat mendukung apabila para para sopir angkot melakukan aksi yang lebih besar lagi didepan kantor DPRD agar Pemerintah kota Malang,terutama Dishub Jatim segera bertanggung jawab pada solusi dan nasib para sopir angkot” Ungkapnya.
Sementara itu dari tuntutan aksi,sopir-sopir angkot meminta realisasi notulensi aksi di Dishub Jatim 29/7/26,kedua evaluasi ulang Trasjatim koridor 1 secara transparan,menuntut keadilan merata secara ekonomi,meminta kejelasan Blueprint Transjatim dan meminta pelibatan semua sopir angkot dalam setiap program kompensasi serta sosialisasi Transjatim koridor 1dan 2.(M.yus)






