SDN Sidomulyo 02 Kota Batu Tanamkan Pendidikan Karakter Lewat Inovasi “ESSIDA Permisi MANG IKI SASA Senyum LO”

MALANG, harianlenteraindonesia.co.id

Dalam membentuk pribadi anak sejak usia dini melalui pendidikan karakter sangatlah penting, karena merupakan fondasi utama dalam membangun kepribadian mereka.

Di era digitalisasi yang serba cepat saat ini penanaman pendidikan karakter pada Sekolah Dasar (SD), menjadi tantangan berat bagi para pendidik.

Penyebab beratnya tantangan disebabkan oleh terpinggirkannya nilai-nilai sopan santun dan kesadaran social.

Beberapa sikap santun seperti mengucap “permisi”, “tolong”, “maaf”, serta kebiasaan memberi salam, menyapa, dan tersenyum mulai jarang dilakukan oleh peserta didik secara spontan dan tulus.

Keberadaan penanaman sikap-sikap sederhana tersebut, sesungguhnya merupakan bagian dari pembentukan karakter baik yang perlu ditanamkan dan dilatih sejak dini di lingkungan sekolah dasar.

Karakter yang kuat akan membantu anak tidak hanya dalam kehidupan sosial, tetapi juga mendukung pembentukan jati diri yang positif dan etis.

Melalui inovasi ini “ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo” SDN Sidomulyo 02 Kota Batu, menanamkan dan membiasakan peserta didik untuk menggunakan kata-kata sopan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.

ESSIDA = SDN Sidomulyo 02

PERMISI = Permisi

MANG = Maaf

IKI = Peduli

SASA = Sapa, Santun

SENYUM = Senyum

LO = Tolong

Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sidomulyo 02 Kota Batu, Marsiana Ika Supriharsini, S.Pd menjelaskan, maksud dan tujuan agar peserta didik bisa menjadi pembiasaan sederhana namun bermakna.

“Sekolah diharapkan dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia,” terangnya kepada awak media, Selasa (4/8/2026).

Dirinya menambahkan, jika hal itu dilakukan dapat meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap pentingnya sikap ramah dan santun kepada siapapun dan dimanapun mereka berada.

“Ya, selain itu juga dapat menciptakan lingkungan sekolah yang hangat, menyenangkan, dan menghargai sesama. Sebab, juga membentuk karakter peserta didik yang santun, peduli, dan berbudaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Guru SDN Sidomulyo 02 Kota Batu, Elzauja Zahara, S.Pd juga menyampaikan, sasaran inovasi yang utama adalah peserta didik dapat memberikan manfaat.

Bagi Siswa

“Terbiasa menggunakan kata-kata positif dalam komunikasi sehari-hari. Memiliki sikap sopan, ramah, dan empatik terhadap sesama.Lebih percaya diri dalam berinteraksi sosial,” ujarnya.

Bagi Sekolah

“Terbangunnya budaya sekolah yang positif dan menyenangkan. Terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan penuh hormat,” katanya.

Bagi Orang Tua dan Masyarakat

“Terbentuknya sinergi dalam membangun karakter anak di lingkungan rumah dan masyarakat. Menjadi contoh dalam menghidupkan nilai-nilai kesantunan di kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Keunggulan atau Kebaharuan

Lebih lanjut, dirinya menerangkan, berkaitan dengan penerapan “Zona 5S” di gerbang sekolah. Dimana setiap pagi, siswa disambut guru dan lima siswa yang bertugas untuk piket pagi untuk selalu senyum tulus, salam hangat, sapa nama siswa, sikap sopan dan santun dalam kontak mata, bahasa tubuh, dan ucapan di depan gerbang sebelum bel sekolah berbunyi.

“Setelah itu siswa memilih salah satu bahasa cinta yang terdapat di banner gerbang sekolah terdiri dari gambar hati, berpelukan atau pemberian hati gambar tangan (tos),” jelasnya.

Cara Kerja Inovasi

Terakhir, Guru SDN Sidomulyo 02, Elzauja Zahara, S.Pd mengungkapkan, bahwa pada pukul 06.30 WIB, guru piket menyambut siswa yang datang di gerbang sekolah dan masing-masing kelas mengirimkan delegasi sebanyak 3 siswa untuk ikut menyambut temannya yang datang.

“Setelah bel masuk pukul 07.00 – 07.15 WIB siswa dan guru melaksanakan pembiasaan. Setelah pembiasaan pukul 07.15- 07.20 WIB siswa yang sudah dipersiapkan oleh guru piket melakukan role playing tentang penerapan karakter meliputi (sopan, empati, ramah, maaf, permisi, tolong).

Pukul 07.20 – 07.25 WIB siswa bersalam-salaman dengan teman dan guru, kemudian masuk ke ruang kelas masing-masing,” tandasnya.(M.yus)

Pos terkait