Bandung, harianlenteraindonesia.co.id
Sejumlah warga yang melintas di kawasan Jalan Ahmad Yani mengaku menyayangkan kondisi trotoar yang pada beberapa titik terlihat mengalami kerusakan, padahal proyek tersebut relatif belum lama selesai dikerjakan.
Menurut beberapa pejalan kaki yang ditemui di lokasi, trotoar seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas yang mengandalkan jalur pemandu (guiding block). Kerusakan berupa retak, pecah, ambles, maupun hilangnya sebagian guiding block dinilai berpotensi mengurangi fungsi fasilitas tersebut dan dapat menimbulkan risiko bagi pengguna.
Sebagian warga juga mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran daerah bernilai miliaran rupiah. Mereka berharap Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab kerusakan yang ditemukan serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memperbaikinya apabila memang terdapat bagian pekerjaan yang belum memenuhi standar teknis.
Selain perbaikan fisik, masyarakat juga menilai keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Menurut mereka, penjelasan resmi dari instansi terkait diperlukan agar tidak berkembang berbagai spekulasi di tengah masyarakat dan untuk memastikan bahwa penggunaan APBD benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi publik.
Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan klarifikasi, melakukan evaluasi teknis secara menyeluruh apabila diperlukan, serta menyampaikan hasilnya kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan proyek yang dibiayai oleh uang rakyat.
Penulis : Robert






