DPUBM Kabupaten Malang Usulkan Tiga Proyek Jalan Rp150 Miliar ke Program Inpres Jalan Daerah

Kabupaten Malang, harianlenteraindoneeia.co.id

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang mengajukan tiga proyek melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) kepada Kementerian Pekerjaan Umum RI. Total anggaran yang diusulkan mencapai sekitar Rp150 miliar untuk mendukung peningkatan konektivitas wilayah dan menunjang program strategis nasional.

Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan pengajuan tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang mendukung ketahanan pangan, investasi, hingga pengembangan kawasan pesisir.

Pria yang akrab disapa Oong itu menambahkan, usulan pertama menyasar ruas jalan Kepanjen–Pagak. Pada jalur tersebut masih terdapat sekitar 13 kilometer jalan yang belum tertangani dengan kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp60 miliar hingga Rp65 miliar.

“Sekarang masih proses penginputan usulan melalui aplikasi SITIA Kementerian PU. Tim dari Balai Besar juga sudah turun melakukan survei lapangan untuk melihat kondisi riil,” ujar Oong, Senin (6/7/2026).

Ia mengungkapkan, hasil survei lapangan akan menjadi salah satu dasar pemerintah pusat dalam menentukan proyek yang akan mendapatkan pendanaan melalui program IJD. DPUBM berharap usulan tersebut dapat direalisasikan pada 2026.

“Apabila usulan tidak dapat disetujui seluruhnya, sisa penanganan jalan akan kembali diusulkan pada tahun berikutnya mengingat program Inpres Jalan Daerah masih berlangsung hingga 2029,” ungkap Oong.

Usulan kedua diarahkan pada peningkatan ruas Kalipare–Donomulyo. Sekitar 12,5 kilometer jalan di jalur tersebut masih memerlukan perbaikan dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp40 miliar.

“Usulan itu juga sudah berproses di aplikasi SITIA. Mudah-mudahan bisa mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Sementara itu, usulan ketiga difokuskan pada akses menuju kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. Pada tahap awal, pemerintah daerah mengusulkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk memperbaiki titik-titik jalan yang mengalami kerusakan berat.

Oong menambahkan, total kebutuhan anggaran untuk peningkatan akses menuju kawasan tersebut diperkirakan hampir mencapai Rp50 miliar. Karena itu, pelaksanaannya direncanakan secara bertahap sesuai kemampuan pendanaan.

Selain mengandalkan dukungan APBN melalui program IJD, DPUBM juga mengalokasikan anggaran dari APBD Kabupaten Malang untuk mempercepat penanganan pada ruas jalan yang menjadi prioritas.

Sejumlah pekerjaan awal telah dilakukan, di antaranya pengaspalan menggunakan lapis Hotmix AC-WC sepanjang sekitar 900 meter pada ruas Desa Sumber Tangkil menuju Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. DPUBM juga membangun dinding penahan tanah sebagai persiapan pelebaran jalan pada tahap berikutnya.

“Selain itu, pemeliharaan rutin terhadap ruas jalan menuju Kampung Nelayan Merah Putih juga telah diselesaikan sehingga akses menuju kawasan tersebut kini semakin baik,” tuturnya.

Melalui kolaborasi pendanaan dari APBN dan APBD, DPUBM berharap peningkatan kualitas infrastruktur jalan di sejumlah kawasan strategis dapat segera terwujud. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan akses menuju sentra pertanian dan kawasan pesisir. (M.yus)

Pos terkait