Respon Cepat Polsek Wongsorejo Terkait Pemberitaan Viral Dugaan Pemalakan di Wisata Bangsring Underwater

 

Banyuwangi – harianlenteraindonesia.co.idMenindaklanjuti pemberitaan yang beredar di media online dan media sosial terkait dugaan aksi pemalakan terhadap rombongan wisatawan di kawasan Wisata Bangsring Underwater, Polsek Wongsorejo Polresta Banyuwangi memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut.Minggu (14/12/2025,)

Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan, S.H. menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah merespons cepat informasi yang beredar dengan melakukan penyelidikan dan klarifikasi di lapangan, meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak korban.

“Setelah mengetahui adanya pemberitaan viral, kami langsung melakukan langkah-langkah penyelidikan dan memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat untuk dimintai keterangan,” ujar AKP Eko Darmawan.

Dari hasil klarifikasi sementara, diketahui bahwa terdapat dua orang warga setempat yang meminta uang kepada rombongan bus pariwisata dengan alasan jasa pengawalan.

Tindakan tersebut tidak dibenarkan, karena tidak ada dasar hukum maupun kesepakatan resmi dengan pengelola wisata maupun pemerintah desa.

“Kami tegaskan bahwa tidak ada kebijakan dari pemerintah desa maupun pengelola wisata yang membenarkan penarikan uang jasa pengawalan kepada wisatawan,” lanjut Kapolsek.

Kedua pihak yang diduga terlibat telah dihadirkan di Polsek Wongsorejo, dilakukan pemeriksaan, serta membuat klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka, disaksikan oleh Kepala Desa Bangsring. Keduanya juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Sebagai langkah pencegahan, Polsek Wongsorejo akan meningkatkan patroli dan pengamanan di kawasan wisata, khususnya pada akhir pekan dan hari libur.

Selain itu, pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta pengelola wisata guna memberdayakan masyarakat sekitar secara positif dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya pungutan liar atau tindakan yang meresahkan. Polri berkomitmen menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” tutup AKP Eko Darmawan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Taufik Rohman mengatakan, kami selaku pemerintah sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena telah merusak citra pariwisata di Banyuwangi.

“Dengan kejadian tersebut, kami langsung bertindak cepat koordinasi dengan Camat, Kepala Desa, Pokdarwis, dan aparat setempat yaitu Polsek Wongsorejo,” tegasnya.

“Polsek Wongsorejo langsung memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan, dan yang bersangkutan sudah menyampaikan permintaan maaf baik melalui video maupun tertulis,” ujar Taufik.

“Apabila nanti terulang lagi, akan langsung ditindak sesuai aturan yang berlaku. Mudah-mudahan kedepan pariwisata di Banyuwangi tetap maju dan berkembang,” pungkasnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dan wisatawan tetap merasa aman dan nyaman berkunjung ke destinasi wisata Bangsring Underwater. (*)

Jurnalis MLI: Aji

Pos terkait