Malang, harianlenteraindonesia.co.id
Menyampaikan kondisi kekinian konstalasi kebangsaan kita saat ini (5/06/2020) Ridwan Hisyam anggota DPR RI dari dapil Malang Raya menyampaikan kondisi internasional dimana Amerika mempertahankan statusnya sebagai negara super power dan sudah terlanjur mengajukan pada senat USA untuk membantu Hongkong dalam menjaga bisnis dan demokrasi serta mengancam perang dengan RRC China satu sisi dan Sudah mempersiapkan dengan sekutu mesin perang yang sudah berada di Laut China Selatan dekat dengan Natuna. kemudian dalam sisi yang lain China sudah merasa punya peralatan militer dan bom nuklir siap melayani perang Amerika jika China tidak melayani perang dan USA serta sekutunya menang maka konsekuensi yang terjadi pada china adalah bubarnya partai komunis china dan wilayah wilayah China akan terpecah belah seperti Uni Soviet maka perang hanya nunggu waktu .
Dalam menghadapi masalah perang ini apa yang akan di lakukan oleh Indonesia?
sebagai pemilik kedaulatan pulau Natuna Laut China Selatan karena dalam satu sisi pemerintah sampai sekarang kurang maksimal memainkan politik bebas aktif padahal jika nuklir meledak di laut china selatan maka Sumatera rata dengan tanah dan dampak radiasi nuklir akan menghancurkan kehidupan kita karena itulah ini menjadi Pelajaran Besar Bagi Bangsa Indonesia untuk berada di poros tengah sebagai negara yang mengikuti gerakan Non-Blok,dalam satu sisi Indonesia tetap berkeyakinan perang dingin yang terjadi tidak akan berdampak bagi Bangsa Indonesia khususnya.
Presiden Jokowi harus mampu memberikan Kontribusi bagi kemaslahatan bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19
Coba kita rasakan ketika melihat situasi saat ini dg hadirnya Pandemi Covid-19 ini ada banyak persoalan yang tentunya di alami oleh masyarakat salah satu yang menonjol adalah DAMPAK EKONOMI yang tengah di rasakan dan di risaukan bahkan menjadi kebingungan rakyat saat ini Ketika DAMPAK EKONOMI Ringan hingga ke Dampak Ekonomi Berat maka hal ini menjadi persoalan yang akan beriringan pada terjadinya DAMPAK KONFLIK SOSIAL yang akan terjadi, KONFLIK dalam tatanan kehidupan sosial yang kadang kadang bermunculan letupan benturan kepentingan, keinginan, pendapat, dan lain-lain sehingga mengakibatkan konflik sosial yang menimbulkan ketidak puasan batin, kecemburuan, iri hati, kebencian, masalah Perut, masalah tempat tinggal, masalah pekerjaan, masalah uang, dan masalah kekuasaan yang seringkali juga muncul
Hal diatas harus di perhitungkan, dapat diantisipasi, menjadi perhatian serius dan menjadi kekuatan korektif bersama serta menjadi filter Pemerintah Republik ini sebelum nantinya bisa masuk pada DAMPAK POLITIK Karena situasi ini yang amat samgat Rawan dan tentu kita tidak menginginkan terjadinya hal ini. Sejarah sudah pernah membuktikan dari Dampak Ekonomi ke Dampak Konflik Sosial hingga ke Dampak Politik perjalanannya sangat cepat sekali….Ujar Ridwan Hisjam.
Ikut Hadir dalam acara tersebut Ir. Sofyan Edi Jarwoko
Wakil Walikota Malang
Turut serta memaparkan Kondisi Covid-19 khususy di daerah Kota Malang mulai saat diberlakukan PSBB hingga tidak diperpanjang dan kemudian masuk pada masa transisi The New Normal Live, SURYADI
Anggota DPRD Kota Malang memandu jalany agenda Dialog,Ach Fajar Ridwan Hisjam
Sebagai Ketua RH Center dan pelaksana dalam kegiatan Dialog Bersama,Ketua Pepabri Kota Malang: Letkol Purn. Chrisetyono Tri Suprapto S.Sos,MM dan Ketua LVRI Kota Malang: Letkol Purn. Harijono.(M.yus)





