Caption: Sanusi saat membuka pemantaban Teknis Input Data Indikator Inovasi Daerah
MALANG, harianlenteraindonesia.co.id
Bupati Malang HM.Sanusi mengungkapkan , masih ditemui di kalangan Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Malang sejauh ini hanya sekedar menggugurkan kewajiban dalam melayani masyarakat.
“Hanya sekedar menggugurkan kewajiban dan menghabiskan anggaran tanpa ada inovasi kerja yang lebih baik sebagai pelayan masyarakat,”kata Sanusi saat membuka pemantaban teknis input data Indeks Inovasi Daerah di Pendopo Agung Kabupaten Malang kamis (9/9/3021).
Meski diakui Sanusi , masih ada beberapa OPD yang secara nyata sudah mampu berinovasi dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Hal inilah ,menurut Sanusi yang harus terus dipacu agar kinerja seluruh perangkat daerah dapat dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat Kabupaten Malang.
“Harus dirubah mainsetnya , bahwa tugas pemerintah adalah melayani dan memberikan kemudahan kepada masyarakat, caranya lewat inovasi yang harus terus dikembangkan,”ulas Sanusi.

Inovasi daerah, menurut Sanusi dinilai identik ke arah kebaikan dan kemajuan terutama dari sisi ekonomi. Sanusi mengaku diKabupaten Malang sendiri saat ini terus bangkit dan bertekad untuk terus berbenah terutama dari sisi ekonomi. Ia mencontohkan seperti salah satunya adalah eksport Pro EM 1 ke Tiongkok yang baru saja dilakukan. Secara ekonomi , ditengah pandemi Covid , Pro Biotik Pro EM 1 ini pengaruhnya sangat besar yakni mampu menghambat penyebaran Covid-19.
“Jika seperti itu ,maka akan banyak permintaan , imbasnya ekonomi di Kabupaten Malang akan ikut terdongkrak. Ini juga bagian dari sebuah inovasi,”tandas Sanusi.
Karena itulah , Lanjut Sanusi dirinya meminta, lewat Balitbang , untuk membangun dan mencetak berbagai inovasi yang sesuai dengan perkembangan pembangunan di Kabupaten Malang. Menurutnya, tanpa Inovasi jangan harap Kabupaten Malang bisa berkembang.






