“Taman Garuda Parang Riwayatmu Kini”

Magetan, harianlenteraindonesia.co.id

Wajah Magetan yang sedang besolek menuju jargon kota wisata dengan segala aseknya ternyata belum diterjemahkan oleh semua lini yang ada di pemerintahan. Hal ini terlihat dari sisi selatan Magetan tepatnya di kecamatan Parang.

Di tempat strategis dipusat ibukota kecamatan tersebut berdiri sebuah taman yang terkesan terabaikan. Hal ini terlihat dari rumput yang tumbuh liar ditambah dengan sangat minimnya vegetasi yang ada. Kolam air mancur yang ada di tengah taman itupun kering tak ada airnya.Ditambah ada beberapa sisi yang sudah beralih fungsi menjadi warung.

Anggota DPRD Kabupaten Magetan asal Parang Hari Gitoyo dari fraksi Demokrat saat di konfirmasi media Harianlenteraindonesia.co.id mengatakan “Kami sebagai anggota Dewan yang merupakan perwakilan dari masyarakat Magetan khususnya dari kecamatan Parang sangat menyayangkan kondisi Taman Garuda yang memprihatinkan seperti sekarang. Dengan usia yang sudah lumayan lama seharusnya pihak OPD terkait harus segera proaktif agar taman yang dibangun dari hasil pajak rakyat tersebut bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat Magetan khususnya warga Parang yang dekat dengan lokasi Taman Garuda tersebut “paparnya (Kamis, 8/4/2021).

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Magetan Sudiro saat ditemui media Lentera Indonesia di Kantor dinas mengatakan “Saat ini kami sedang mencoba menginventarisir terkait Taman Garuda itu ,apalagi saya baru bertugas di Dinas Perkim Kabupaten Magetan, yang jelas kami akan evaluasi apa yang sudah berjalan maupan kekurangan yang akan kita benahi “jelasnya.

Kecamatan Parang dengan munculnya destinasi rintisan paralayang yang ada di desa Bungkuk memerlukan dukungan support dari berbagai elemen yang ada sebagai faktor pendukung wisata di Magetan bagian selatan.” Magetan Ngumandang yen kabeh Tumandang”.(Jurnalis Beni Setyawan)

Pos terkait