Jakarta Timur.harianlenteraindonesia.co.id Petugas Gerai Kelurahan Penggilingan Jakarta Timur Diduga Usir jurnalis Saat
Dokumentasi Sembako Pangan Murah
Seorang wartawan dari Media Lentera Indonesia diduga mendapat perlakuan tidak
menyenangkan saat hendak melakukan peliputan dan pengambilan foto di sebuah gerai
penggilingan yang menyalurkan beras, telur, dan bahan pangan murah untuk masyarakat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, saat jurnalis Lentera Indonesia telah
meminta izin terlebih dahulu kepada petugas gerai untuk beristirahat sekaligus mengambil
foto sisa stok barang sembako yang tersedia. Pengambilan gambar dilakukan sebagai bagian
dari tugas jurnalistik guna memastikan transparansi distribusi pangan murah kepada
masyarakat.
Namun, saat jurnalis mulai mendokumentasikan isi gerai sembako yang belum didistribusikan, petugas gerai justru menunjukkan sikap
tidak kooperatif. Petugas terlihat emosional dan arogan, bahkan diduga merasa “kebakaran
jenggot” ketika jurnalus mendokumentasikan beras dan telur yang disalurkan kepada warga.
Tanpa alasan yang jelas, petugas tersebut kemudian mengusir jurnalis dan melarang
pengambilan foto.
Padahal, menurut jurnalis media Lentera Indonesia, kegiatan dokumentasi dilakukan semata-mata
untuk kepentingan publik, agar tidak ada dugaan penutupan informasi atau penyimpangan
dalam penyaluran sembako yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat luas.
Sikap petugas yang terkesan sombong dan intimidatif ini memunculkan pertanyaan di
kalangan jurnalis dan masyarakat: ada apa dengan isi sembako tersebut? Mengapa petugas keberatan ketika proses distribusi pangan murah didokumentasikan secara terbuka?Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola gerai penggilingan belum memberikan klarifikasi
resmi terkait insiden tersebut. Media Lentera Indonesia menegaskan bahwa kerja jurnalistik
dilindungi oleh undang-undang dan dilakukan demi kepentingan publik, khususnya dalam mengawal program pangan murah agar tepat sasaran dan transparan
(Red)






