Malang, harianlenteraindonesia.co.id
PALESKA 2026 resmi dibuka oleh Walikota Malang,Wahyu Hidayat, Statsklok (Jam Kota) adalah monumen yang menjadi bagian dari perjalanan Kota Malang. Berdiri sejak 1926,jam kota yang berada di kawasan Kajoetangan itu kini kembali diangkat ke ruang publik melalui Pasar Legenda Stadsklok Kajoetangan bertepatan dengan momentum 100 Tahun Stadsklok Kajoetangan 1926-2026.
Acara dilangsungkan di halaman depan Hotel Trio Indah 2, Klojen, Kota Malang (14/9/26) malam.
Dalam sambutannya,Walikota Malang menyampaikan “Stadsklok adalah titik nol kota Malang atau punjernya kota Malang,kegiatan tahun lalu itu posisinya membelakangi monumen tersebut,namun sekarang letaknya sudah benar ada di depan stadsklok jadi pemandangannya lebih indah,yang akan menjadi daya tarik orang-orang untuk kuliner dan menikmati Stadskloknya kota Malang.
Ada 40 UMKM SeMalang Raya yang ikut dalam acara ini dengan mengisi stan makanan,minuman,kerajinan dan lainnya.
Saya atas nama pemerintah Kota Malang,mengapresiasi kegiatan pada malam hari ini karena kegiatan Paleska tidak hanya diikuti oleh umkm tetapi juga dikunjungi oleh masyarakat kota Malang.
Tadi disampaikan bahwa agenda ini masuk dalam program unggulan Malang Laris dan Malang Asyik serta bagian dari seribu event,dimana tujuannya adalah untuk mendukung umkm juga pariwisata agar menarik wisatawan datang ke kota Malang tidak hanya untuk menikmati kuliner,tempat-tempat wisata juga bersejarah tapi juga membawa oleh-oleh dari Kota Malang.
Stadsklok (Jam Kota) merupakan salah satu cagar budaya peninggalan jaman Belanda,tentunya monumen ini meninggalkan banyak cerita sejarah, maka dari itu saya meminta dinas budaya dan pariwisata agar dirawat serta dijaga serta bila perlu diletakan tulisan cerita sejarah berdirinya jam kota tersebut,jadi setelah mengunjungi jam kota ini para wisatawan tidak hanya sekedar melihat bangunan saja namun memiliki literasi tentang keberadaan dan fungsi Stadklok pada masanya” Pungkasnya.(M.yus)






