Inspektorat Kabupaten Madiun Adakan Sosialisasi Pengendalian Kecurangan (Fraud) 

  • Whatsapp

Madiun, harianlenteraindonesia.co.id

Sebagai upaya peningkatan pengetahuan sekaligus mencegah terjadinya kecurangan (Fraud) Inspektorat kabupaten Madiun menggelar acara Sosialisasi Pengendalian kecurangan (Fraud).

Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun, dan diikuti oleh Kepala desa dan Bendahara desa se-Kecamatan Mejayan dan Kecamatan Pilangkenceng. (Selasa,21 Maret 2024)

Joko Lelono Inspektur Inspektorat Kabupaten Madiun menjelaskan “Di kabupaten Madiun ini dalam perencanaan anggaran desa sudah baik yang kurang dan menjadi titik lemah adalah implementasi di lapangan. Saya berpesan agar semua harus bekerja sama antara Kepala Desa, bendahara dan TPKD dalam pengelolaan anggaran desa. Untuk mengurangi dan meminimalisir terjadinya Fraud, Semua transaksi keuangan lita arahkan untuk transaksi non tunai. Saya harap semua introspeksi misal ada yang tidak sesuai aturan tolong ditinggalkan. ” pungkas Inspektur kabupaten Madiun ini.

Sekretaris Inspektorat Ratih Asmara Suitarama dalam pembukaan acara menyampaikan ” Acara Sosialisasi Pengendalian Kecurangan (Fraud) sudah diadakan sebelumnya dan hari ini merupakan sesi ke 2 ,Saya berharap agar kegiatan ini bukan hanya untuk sosialisasi saja tapi bisa berdampak pada kinerja masing masing desa. “jelas Ratih.

Sementara itu Thamrin Irban (Inspektur Pembantu ) investigasi dan penanganan pengaduan dalam paparannya mengatakan ” Ada 3 benteng pertahanan agar tidak terjadi fraud . Yaitu 1. Manajer dalam hal ini Kepala Desa yang mengikuti aturan yang ada 2. Sistem pengendalian internal. Dimana semua harus mengikuti SOP yang ditentukan. Pemahaman akan tugas dan fungsi ( Tusi ) agar dibenahi, tidak tumpang tindih agar tidak muncul penyalahgunaan wewenang . 3 .Pemeriksa dan pengawas. Salahsatunya dengan aplikasi Siswaskeudes dari KPK .Aplikasi Siswaskeudes digunakan untuk membantu Inspektorat Kabupaten dalam melaksanakan pengawasan pengelolaan keuangan desa dengan berbasis Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).Yang bisa.

diamati apakah ada fraud atau tidak adalah pembayaran pajak. Oleh karena itu saya berpesan agar Pajak segera dibayarkan. Pengendalian kecurangan (Fraud) di minimalisir dengan edukasi dan evaluasi. Selain itu kepada desa-desa juga kita himbau agar tetap menjalankan waskat (pengawasan Melekat) . Saling koreksi agar Fraud tidak terjadi karena Korupsi adalah ekstraordinari crime yang merupakan kejahatan yang luar biasa dampaknya “ujar Thamrin.

video lengkap bisa di klik https://www.youtube.com/@lenteraindonesia01 (Jurnalis Beni Setyawan)

Pos terkait